feature


Dari Dunia Kejahatan Membantu Penegakan Hukum

dikabari.com Seorang kriminal dengan sederet kejahatan pun sebenarnya bisa berubah menjadi manusia yang lurus jika memiliki tekad kuat.
Seperti halnya yang dilakukan para mantan criminal. Tak hanya kembali ke jalan yang lurus, mereka menggunakan pengalaman berbuat kejahatan untuk membantu penegakan hukum di negara masing-masing.
Mulai dari mantan bandit yang menjadi pendiri  mantan penipu dan pemalsu ulung yang kisah hidupnya diangkat menjadi film Catch Me If You Can.
Para 5 kriminal yang gunakan pengalaman di dunia kejahatan untuk membantu penegakan hukum
1. Eugene Francois Vidocq

Eugene Francois Vidocq adalah mantan bandit sekaligus ahli kriminal yang kemudian dikenal sebagai bapak ilmu kriminologi modern. Menurut James Andrew dan Gregory D. Conser dalam Law Enforcement in the United States.
Vidocq merupakan pelopor dalam penyamaran, balistik, dan sistem pencatatan kasus kriminal. Dia juga yang memperkenalkan cetakan gips sol sepatu dan tinta pengidentifikasi pola sidik jari.
Untuk mendapatkan pengampunan atas berbagai kejahatan yang dilakukannya, Vidocq bekerjasama dengan pemerintah Prancis pada tahun 1809. Dia menjadi informan dan agen rahasia yang berguna karena koneksi yang dimilikinya di dunia kejahatan.
Sebagai seorang agen, Vidocq memiliki beberapa identitas yang dia gunakan untuk memasuki jaringan kejahatan yang berbeda-beda. Selain itu dia memiliki ingatan fotografis yang membuatnya sanggup mengingat wajah kriminal meskipun sedang menyamar dan detail penting di tempat kejadian perkara (TKP).
Ketika mendirikan Surete Nationale, biro investigasi pertama di Prancis, Vidocq mengajak mantan kriminal untuk bergabung. Vidocq mengajarkan metode investigasi TKP dan balistik kepada anak buahnya. Kemampuan ini membuat mereka bisa memecahkan kasus-kasus pelik lebih cepat.
 2. Frank William Abagnale Jr
Kalau Anda pernah menyaksikan film Catch Me If You Can, tokoh yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio sebenarnya adalah sosok nyata. Dia adalah Frank William Abagnale Jr,  seorang konsultan keamanan yang dikenal sebagai mantan penipu, pemalsu cek, dan peniru.
Frank menjalankan aksi kejahatannya di usia 15 hingga 21 tahun. Selama itu dia sudah menyamar menggunakan delapan identitas palsu. Dia sempat mencicipi penjara selama lima tahun sebelum akhirnya bekerjasama dengan pemerintah federal untuk merancang cek yang tidak mudah dipalsukan.
Saat ini Frank berprofesi sebagai konsultan dan pengajar untuk calon agen dan petugas lapangan FBI. Dia juga menjalankan Abagnale & Associates, sebuah perusahaan konsultan kecurangan finansial.
 3. Greg Mathis
Awalnya hakim Greg Mathis adalah anggota geng jalanan Detroit yang terkenal, geng Errol Flynn. Pada usia 17 tahun, dia dipenjara setelah di tangkap beberapa kali.
Lepas dari penjara, Greg masuk ke perguruan tinggi di mana dia menjadi aktivis kampus. Dan  kemudian hari dia terpilih sebagai hakim pengadilan tinggi untuk Distrik 36 Michigan. Selain mendedikasikan tubuh dan pikirannya untuk upaya penegakan hukum, Mathis juga menjadi pembawa acara untuk program televisi.
4. Larry Lawton
Pada satu titik di dalam hidupnya, Larry Lawton pernah menjadi perampok perhiasan yang ditakuti di Amerika Serikat. Pria bertubuh gempal penuh tato ini sempat menjadi prioritas di dalam daftar pencarian orang FBI sebelum memilih jalan hidup yang benar-benar berbeda.
Momen yang mengubah hidup Larry datang saat seorang narapidana yang menjadi kawannya di penjara bunuh diri. Larry merasa seharusnya ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan sang teman.
Lepas dari penjara yang mengungkungnya selama dua belas tahun, Larry merintis program Lawton 911 untuk membantu remaja-remaja bermasalah agar tak terjerumus di dunia kejahatan. Berkat dedikasinya, banyak anak muda yang berhasil lepas dari kriminalitas. Karena itulah kepolisian Amerika Serikat menganugerahkan pangkat honoris kausa sebagai petugas polisi kepadanya.
5. Daniel Manville
Sebelum menjadi pengacara dan pendukung hak-hak narapidana, Daniel Manville menghabiskan tiga tahun dan empat bulan di penjara karena pembunuhan. Manville melanjutkan pendidikan sambil menghabiskan masa tahanannya hingga mendapatkan dua gelar sarjana selama hukumannya.
Setelah dinyatakan bebas bersyarat, Daniel masuk ke sekolah hukum. Akhirnya dia berhasil lulus ujian pengacara di Michigan dan Washington, DC setelah menunggu bertahun-tahun.
Sejak itu, Daniel bekerja tanpa lelah untuk memperbaiki sistem penjara. Dia juga mewakili para tahanan dan sipir penjara dalam kasus-kasus sipil.
Saat ini, Manville mengajar hukum di Michigan State University, di mana ia berharap wawasan yang ia bagikan kepada mahasiswanya bisa menginspirasi mereka untuk menjadi sosok-sosok yang akan mengubah sistem peradilan Amerika Serikat menjadi lebih baik.**

Tidak ada komentar