feature


Janganlah Engkau Melihat Perbuatan Manusia Seakan Engkau adalah Tuhan.!

Jakarta, dikabari.com – Tak jarang manusia memandang selainnya dengan pandangan yang remeh. Ia menganggap dirinya lebih baik dan lebih mulia dari orang lain.

Padahal siapa yang menjamin diri kita lebih baik dari orang yang kita rendahkan?

Siapa yang tau kebaikan apa yang ia lakukan dalam kesendirian?

Siapa yang tau bahwa dibalik sifatnya yang bagimu rendah, ternyata dia adalah orang yang selalu siap membantu orang lain yang membutuhkan?

Coba ingat kembali, betapa sering seseorang yang kau anggap hina ternyata ia berbuat kebaikan yang besar bahkan untuk dirimu juga?

Betapa seringnya seseorang yang kau tatap dengan sinis, yang kau benci dari lubuk hati dan yang kau rendahkan dengan lisanmu karena kesalahan yang dia perbuat, tiba-tiba ia mengejutkanmu dengan prestasi dan menjadi orang yang paling peduli kepadamu ketika kau terpuruk.

Suatu hari seorang lelaki mendatangi Rasulullah saw dan mengaku telah meminum Khamr.

Kemudian Rasul memerintahkan untuk memberi hukuman kepadanya. Setelah hukuman diberikan, seseorang berkata kepadanya : “Semoga Allah mempermalukanmu !”

Seketika Rasul saw menegur orang ini dengan berkata, “Janganlah engkau membantu setan dengan berkata semacam itu kepada saudaramu !”

Lihatlah bagaimana Rasulullah saw mendidik umatnya. Boleh saja anda membenci perbuatan buruk, tapi jangan membenci pelakunya. Jangan kau cap saudaramu seperti kafir karena kesalahannya. Jangan kau putuskan harapannya kepada Allah karena kata-katamu yang menyakitkan.

Pandanglah orang yang bersalah dengan pandangan rahmat dan rasa kasihan. Karena ia telah gagal dalam ujian dan mungkin saat itu terkalahkan oleh hawa nafsunya. Bantulah ia untuk bangkit dan kembali, kuatkan hatinya untuk kembali menjalani hari.

Nabi Isa as pernah berpesan, “Janganlah engkau melihat perbuatan manusia seakan engkau adalah Tuhan (yang bisa menghakimi).

Namun lihatlah perbuatan kalian seakan kalian adalah budak.

Karena manusia terbagi menjadi dua, yaitu orang yang diuji dan orang yang selamat. Maka kasihanilah orang-orang yang sedang diuji.”

Dan yang lebih menarik lagi, kita akan melihat sebuah fenomena bahwa kelak di Hari Kiamat ada manusia-manusia yang dianggap telah sangat dekat dengan neraka namun Allah memasukkan mereka kedalam surga-Nya.

أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ

Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?” (Allah berfirman), “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati.” (QS.Al-A’raf:49)

Seakan ayat ini sedang menampar wajah kita yang menganggap diri kita lebih suci dan orang lain kotor.

Ayat ini sedang menyadarkan hati kita yang mengganggap diri ini lebih baik, lebih mulia dan lebih dekat dengan Allah sementara orang lain jauh dari Allah.

Karena itu, jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain karena engkau tidak pernah tau bagaimana nilainya disisi Allah swt. ""

Tidak ada komentar