Kinerja OJK Dinilai Lemah Atas Tindakan Pinjaman Online Pada Nasabah


Jakarta, dikabari.com  - Banyaknya korban jasa pinjaman online. Bahkan terlebih, pada Senin (11/2) lalu terdapat nasabah pinjaman online yang diketahui bunuh diri lantaran tidak kuat menghadapi pola intimidasi penagihan.

Akan hal tersebut Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jeanny Silvia Sirait mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersikap atas jasa pinjaman online.

Dikatakan Jeanny mengacu pada Undang-Undang (UU) No 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, dimungkinkan mengambil tindakan tegas pada seluruh layanan jasa keuangan, termasuk perusahaan penyedia layanan pinjaman online.

"Harusnya OJK tidak bungkam karena ini tanggung jawab mereka," tegas Jeanny kepada pers, kemarin (12/2/2019).

Diberitakan, Zulfadhli (35), merupakan nasabah pinjaman online yang berprofesi sebagai sopir taksi ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya di Jalan Mampang Prapatan VII, RT 05 RW 06, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Dalam surat wasiatnya, mendiang meminta maaf kepada anak-anak dan istrinya, serta mengungkapkan alasannya mengakhiri hidupnya.
Zulfadhli juga berpesan agar OJK dan Kepolisian memberantas praktik pinjaman online yang dinilainya membuat "jebakan setan".

Menyikapi hal Jeanny menilai jatuhnya korban akibat pinjaman online membuktikan bahwa solusi yang di keluarkan OJK belum efektif.
Ia berpendapat beberapa upaya seperti penutupan aplikasi, penangkapan debt collector, hingga menunggu adanya aduan belum mampu menyentuh akar persoalan.

"Itu harusnya didorong dan diubah oleh OJK. Bukan hanya menyelesaikan masalah di kulitnya saja," tukas Jeanny. dc3


Tidak ada komentar