Kantor Gubernur Dilempari Massa Demo Soal Tanah


Medan, dikabari.com. Unjuk  rasa yang merupakan warga Sari Rejo, Medan Polonia, Medan  melempari kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (15/1/2019).

Edy Rahmayadi mengaku tak mempersoalkan kantornya dilempari batu oleh sejumlah pengunjuk rasa. Ia pun memaafkan kelakuan mereka.

"Mungkin rakyat sedang emosi. Kan persoalan itu sudah berlarut-larut, mungkin dia emosi, lewat sini ada kantor gubernur dan gubernurnya tidak membantu, makanya dilempar," ucap Edy, di kantornya, Selasa (15/1).

Menurut Edy tak akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Dia juga tak mempersoalkan sejumlah kaca di kantornya yang pecah akibat dilempari batu oleh pengunjuk rasa. Juga empat kendaraan yang terparkir di Kantor Gubernur Sumatera Utara rusak.

Mereka, kata Edy, menuntut sertifikasi hak milik atas lahan mereka. Permasalahan sengketa tanah di Sari Rejo tak ada habisnya. Tanah yang dijadikan tempat bermukim sejak lama oleh warga itu tak kunjung disertifikasi oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN).

Sengketa tanah Sari Rejo pernah beberapa kali menimbulkan konflik antara masyarakat sipil dengan TNI AU. Salah satunya saat bentrok yang terjadi pada 15 Agustus tahun 2016.

Edy mengklaim persoalan penerbitan tanah itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. "Mau dilempar seribu kali pun, gubernur tak punya wewenang di situ. Saya paham persoalan masyarakat Sari Rejo ini, kan saya juga orang sana," terangnya. 

Meski demikian, dia mengklaim akan membantu persoalan tanah warga Sari Rejo itu ke pemerintah pusat. "Nanti kami pelajari itu persoalannya dan harus dicarikan solusinya. Jadi ini harus dilihat pada konteksnya," ujar Edy.

Insiden itu terjadi pada Selasa (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB, saat ratusan massa melakukan long march sebelum melintas ke Kantor Gubernur Sumatera Utara. Usai menggelar aksi unjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, DPRD dan Kantor Wali Kota Medan.

Sebagian massa yang mengendarai sepeda motor menggeber suara kendaraannya. Melihat kondisi itu, petugas keamanan menutup pintu utama. Sikap petugas keamanan ini diduga menyulut emosi massa, hingga melakukan pelemparan batu.

Akibat kejadian itu kaca pos penjagaan kantor gubernur pecah dan empat kendaraan milik pegawai mengalami kerusakan.dc5

Tidak ada komentar