Jokowi Meminta Kapolri Tindak Semua Pihak yang Delegitimasi KPU


Jakarta, dikabari.com  - Presiden Joko Widodo mengaku sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bertindak tegas. Tidak membiarkan tindakan-tindakan yang ingin melemahkan dan mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Jikalau ada orang-orang, ada pihak-pihak yang ingin melemahkan, mendelegitimasi itu saya sudah sampaikan ke Kapolri juga tegas," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1).

Jokowi meminta semua pihak mendukung kerja-kerja KPU. Karena KPU adalah penyelenggara pemilihan umum (pemilu), baik pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, serta pemilihan legislatif. Oleh karena itu.

"Aparat tidak boleh membiarkan kegiatan-kegiatan yang ingin melemahkan, mendelegitimasi KPU," tegas Jokowi.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan mencium gelagat tersebut dari jauh-jauh hari atau sebelum munculnya kabar bohong mengenai tujuh kontainer berisi surat yang sudah tercoblos untuk calon pasangan nomor urut 01.

Menurutnya ada upaya sistemik memobilisasi masyarakat untuk memunculkan ketidakpercayaan pada pemerintah maupun penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU.

"Ya memang ada upaya sistematis untuk memobilisasi yang ujung-ujungnya adalah memunculkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah atau penyelenggara pemilu, ini sudah jelas," ungkap Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa hari lalu.

Moeldoko mengklaim memiliki sejumlah catatan mengenai upaya tersebut. Akan tetapi dia belum mau menyebut siapa pihak yang sengaja membuat publik tak percaya KPU. Ia hanya mewanti-wanti kepada semua pihak untuk tidak bermain-main di tengah kontestasi Pemilu 2019.

Polri sendiri telah menetapkan empat tersangka pembuat hoaks berisi tujuh kontainer berisi surat suara Pemilu 2019 sudah tercoblos pasangan nomor 01. Mereka adalah berinisial HY, LS, dan J. Dn yang baru ini ditangkap Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden, Bagus Bawana Putra. dc1

Tidak ada komentar