Istana Tepis Fadli Zon Sebut Dana Desa Tak Optimal


Jakarta, dikabari.com - Deputi II Kantor Staf Presiden, Yanuar Nugroho mengutarakan berkat dana desa, jumlah desa yang tertinggal justru berkurang sebanyak 6.518 desa dan desa mandiri bertambah 2.665 desa.

Hal ini dikemukakan menjawab tudingan yang menyebut dana desa belum memberikan dampak ekonomi yang besar kepada masyarakat desa. Tudingan tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon lewat 27 rangkaian cuitan di akun Twitternya.

"27 cuitan Fadli Zon kami jawab dengan hasil kerja pemerintah bersama aparat desa dan masyarakat desa. Ada 6518 desa tertinggal yang sekarang kesejahteraannya meningkat, lebih menang angka jelas" tuturnya.

 "Ini artinya apa yang dikerjakan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) betul-betul mengangkat kesejahteraan desa,"tandas Yanuar di kantornya, Jakarta, Selasa, (15/1/2019).

Yanuar mengungkapkan dalam pantauannya tentang pelaksanaan dana desa dalam 3 tahun, Dana Desa telah menghasilkan output terbangunnya beragam sarana dan prasarana dasar bagi masyarakat dan perbaikan indikator kesejahteraan.

Selain itu, sebut Yanuar, Presiden Jokowi rutin mengadakan rapat tingkat menteri untuk memastikan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa terlaksana.

Ia menyebutkan tantangan ke depan mengenai Dana Desa adalah terkait batas wilayah. Saat ini sekitar 95 persen desa di Indonesia belum memiliki batas wilayah yang jelas, sehingga kewenangan pemerintah desa pun menjadi tidak jelas.

Imbasnya belum bisa dilakukan transfer langsung Dana Desa ke rekening desa, dan belum bisa micro-monitoring secara online.

"Untuk itu saat ini kami terus mempercepat program Satu Peta sesuai Perpres 9 Tahun 2016. Saat ini, dari 74 ribu desa, pemerintah sedang mengkonsolidasi dan memverifikasi 40 ribu peta desa," ucapYanuar.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi, ketika menghadiri Jambore Desa Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018 di Wisma Negara Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 22 Desember 201,  berpesan untuk menggunakan Dana Desa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan serta digunakan untuk pemberdayaan ekonomi desa.

Dalam keritikannya Fadli Zon mengatakan dana desa banyak difokuskan pada pembenahan infrastruktur desa semata. Hal itu, kata dia, sebenarnya tidak salah, namun alokasinya tidak optimal dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.

"Itu sebabnya pemanfaatan dana desa hingga saat ini belum memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat desa," cuitnya, 11 Januari 2019.

Menurut Fadli, penilaian ini tergambar pada data laju urbanisasi dan meningkatnya gini ratio di desa. Merujuk data Menteri Keuangan, pertumbuhan urbanisasi di Indonesia saat ini sebesar 4,1 persen.

Dana Desa katanya digunakan untuk memperluas lapangan kerja guna mendorong masyarakat desa mengembangkan potensi ekonominya sesuai dengan mandat desa. dc2


Tidak ada komentar