Pemerintah Telah Berhasil Menyusun Strategi Kebudayaan Nasional


Jakarta, dikabari.com - Kebudayaan Indonesia itu penting, dan Slsemua paham tentang hal itu. Sementara Indonesia sebagai negara yang kaya dengan berbagai tradisi dan budaya, kemajuan zaman menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelestarian jati diri bangsa tersebut.

Akan tetapi bagi Jokowi  ada strategi dalam menghadapi tantangan tersebut. Ia sudah memiliki strategi khusus agar kebudayaan nasional tetap sejalan dengan kemajuan zaman.

Dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 yang digelar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018), terungkap bahwa pemerintah telah berhasil menyusun Strategi Kebudayaan Nasional dengan tim perumus yang berjumlah 17 orang dari kalangan budayawan dan seniman.

Naskah itupun telah diserahkan oleh budayawan Nungki Kusumastuti dan I Made Bandem yang mewakili tim perumus kepada Presiden Jokowi.

Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy, penyusunan naskah Strategi Kebudayaan Nasional sudah sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada Agustus 2016 lalu, yakni harus memerhatikan Trisakti, yakni asas berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Ini adalah pertama kalinya kongres kebudayaan dilaksanakan dengan format berbeda, sebagai bentuk ekspresi para budayawan dan penggiat budaya dalam mengungkapkan pokok-pokok pikirannya. Saya harap strategi kebudayaan akan dapat menjalankan fungsinya sebagai sebuah dokumen yang akan menjadi pedoman kemajuan kebudayaan nasional sampai 20 tahun ke depan," ungkapnya, seperti dilansir di situs Kemendikbud.go.id.

Dipaparkan Mendikbud, Rumusan Strategi Kebudayaan Nasional tercipta dari diskusi panjang dan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) dari 300 kabupaten/kota, serta 31 provinsi.

Selama kurun 10 bulan, perumusannya melibatkan sekitar 800 diskusi yang diikuti oleh 5.000 orang. Dari proses panjang tersebut, akhirnya tercipta Strategi Kebudayaan Nasional yang memuat tujuh agenda strategis, yakni:

Penyediaan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif;

Perlindungan dan pengembangan nilai, ekspresi, dan praktik kebudayaan tradisional;

Pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya untuk memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional;

Pemanfaatan obyek pemajuan kebudayaan untuk kesejahteraan masyarakat;

Pemajuan kebudayaan yang melindungi keanekaragaman hayati dan memperkuat ekosistem;

"Reformasi kelembagaan dan penganggaran kebudayaan untuk mendukung pemajuan kebudayaan; dan
Peningkatan peran pemerintah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan," terangnya.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menekankan pentingnya ketahanan budaya, mengingat Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dalam hal ini dibandingkan negeri lain.

Dia tidak ingin Indonesia cuma maju dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi mundur dalam hal kebudayaan.

"Kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta peradaban bangsa Indonesia lahir dari pengalaman panjang melalui perkembangan zaman. Namun, menjaga budaya untuk terus tumbuh di tengah interaksi belantara budaya-budaya dunia menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia," tandas Presiden Jokowi.

Nah, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sudahkah kita menjaga budaya bangsa sendiri? Yuk, kita jaga bersama agar jati diri bangsa tidak hilang tergerus zaman!

Salam SATU Indonesia Maju

Tidak ada komentar